Halaman

Minggu, 27 November 2011

Rekor Tak Terkalahkan Manchester City Belum Berakhir

Manchester City masih mencatatkan diri sebagai tim yang tak terkalahkan di Liga Primer Inggris. Rekor itu masih dipertahankan saat City bertandang ke Anfield untuk menghadapi Liverpool, Minggu atau Senin (28/11) dinihari WIB.

Dalam duel yang menarik dan diwarnai diusirnya striker City Mario Balotelli, kedua tim bermain imbang 1-1. Hasil itu mengembalikan kedua tim ke posisi semula. Liverpool kembali naik ke peringkat enam dengan poin 23. Sebelumnya, Liverpool digeser oleh Arsenal. Meski memiliki poin sama dengan Liverpool, namun Arsenal kalah dalam selisih gol.

Sementara, City juga mempertahankan jarak poin dengan rival terdekatnya, Manchester United. Mereka tetap unggul lima poin karena MU kembali gagal meraih poin penuh saat tampil di kandang sensdiri. MU membuang peluang dan hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Newcastle United.

Keberhasilan City menjaga rekor tak terkalahkan tidak terlepas dari penampilan gemilang kiper Joe Hart. Dirinya beberapa kali melakukan penyelamatan gemilang dari serangan the Reds.

Meski mendapat tekanan, City justru unggul lebih dulu di menit ke-31. Gol the Citizens dihasilkan kapten Vincent Kompany. Sundulannya yang memanfaatkan sepak pojok David Silva gagal diselamatkan oleh kiper Pepe Reina.

Namun, keunggulan City tak bertahan lama. Hanya berselang dua menit, Liverpool sudah bisa menyamakan kedudukan. Berawal dari tendangan keras Charlie Adam di luar kotak penalti. Bola tendangannya justru mengenai kaki bek Joleon Lescott. Akibatnya, bola berbelok arah dan membuat kiper Hart terkecoh.

Dalam kedudukan 1-1, Liverpool makin meningkatkan tekanannya. Namun City tidak mau kalah dan tetap bermain ofensif dengan memasukkan Balotelli. Dia menggantikan Samir Nasri di menit ke-65.

Namun, striker eksentrik ini hanya bermain 18 menit. Setelah dikartu kuning karena melakukan pelanggaran terhadap Glen Johnson, dia kemudian diusir di menit ke-83. Gara-garanya, Balotelli menyikut Martin Skrtel.

Meski bermain dengan sepuluh orang, City mampu bertahan tidak kebobolan. Kiper Hart kembali melakukan penyelamatan gemilang di menit terakhir. Kiper timnas Inggris ini menggagalkan sundulan Andy Carroll. Skor pun tetap 1-1.

sumber'' http://id.berita.yahoo.com/rekor-tak-terkalahkan-manchester-city-belum-berakhir-184500806.html

cerpen '' si anak desa''


Di suatu desa terpencil seorang anak ingin bersekolah ke kota,  karena bermotifasi untuk sukses dan membahagiakan kedua orang tuanya,itulah cita cita si anak desa itu.setelah lulus smp, ia pun bergegas tuk sekolah di kota  dan anak desa itu di terima salah satu sekolah suasta. di kota bersama pamanya ia tinggal di kota,meskipun tinggal bersama pamanya cobaan demi cobaan terus datang menerpanya untuk menghadapi cobaan itu sungguh di perlukan extra kesabaran yang maksimal demi motivasinya  ,kesabaran itu datang dari nasehat yang di berikan oleh orang tua,’’nak kamu harus sabar dan kuat nanti di sana meskipun kamu ikut dengan sodara tetap saja kamu menumpang dengan orang lain dan orang menumpang itu paling sering di salahkan ini nasehat dari mama’’nasehat itulah yang di pegang teguh si anak desa itu.cecaran,maki- makian pun datang dari mulut saudara -saudaranya ,hingga seperti seorang pembantu ,meskipun si anak desa ini kuat ia pun pernah pesimis untuk bertahan di kota,dan ingin pulang ke desa segeralah ia mengadu kepada orang tua’’si orang tua pun menasehatinya lagi agar tetap bertahan karena itu sudah menjadi resiko yang harus di ambil untuk mewujudkan cita citanya,,si anak desa itupun kembali tegas dan optimis untuk sukses dan membahagiakan kedua orang tuanya,waktu  demi demi waktu,masalah demi masalah,caci demi cacian di lewatinya hingga ia mulai dewasa dan menemukan jati dirinya dan akan terbiasa dengan permasalahan yang sudah sering di alami di kehidupan seseorang yang menumpang hidup kepada orang lain ,selama tiga tahun di laluinya melewati cobaan cobaan itu setelah lulus sma si anak desa itu pun meneruskan belajarnya di bangku kuliah dan di terima di salah satu universitas suasta di kota  .dan  continued…

runtuhnya jembatan

Komisi hukum DPR meminta pemerintah membuka hasil penyelidikan penyebab runtuhnya Jembatan Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur. Kuat dugaan pembangunan mega proyek itu tidak sesuai standar.
Pimpinan Komisi III DPR Nasir Djamil menegaskan pemerintah harus menjelaskan kasus tersebut. Menurutnya, pembangunan jembatan kebanggaan masyarakat Tenggarong itu tidak tertutup kemungkinan sarat dengan berbagai masalah. "Pemerintah harus menjelaskan mengapa jembatan yang baru berumur 10 tahun itu runtuh"ujarnya.
Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi menjamin investigasi runtuhnya Jembatan Kutai Kertanegara akan diungkap secepatnya.
Jembatan Kutai Kertanegara resmi beroperasi sejak 10 tahun lalu. Dibangun saat daerah tersebut dipimpin Bupati Syaukani yang terbelit berbagai skandal korupsi. Panjang jembatan mencapai 720 meter dan menjadi penghubung utama menuju Kota Tenggarong.
Jembatan tersebut juga menjadi sarana pendukung menuju sejumlah kawasan wisata di Kutai Kertanegara. Bahkan, oleh para pendirinya, jembatan yang membelah Sungai Mahakam ini dibuat mirip dengan golden gate-nya Kota San Fransisco, Amerika Serikat. Pasalnya, di sekitar jembatan juga dibangun sarana wisata dengan pemandangan indah beberapa pulau. Namun sayang, jelang usianya yang ke 10 jembatan kebanggaan Masyarakat Tenggarong ini tiba-tiba runtuh


sumber''
 http://id.berita.yahoo.com/penyelidikan-penyebab-runtuhnya-jembatan-harus-dibuka-115256042.html

Minggu, 20 November 2011

kronologis penangkapan nazarudin

Kementerian Luar Negeri telah membenarkan penangkapan seseorang yang diduga mirip dengan M Nazaruddin. Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat ini ditangkap saat berada di Kartadena, Kolombia.

Berikut kronologis penangkapan Nazaruddin seperti diungkap Juru Bicara Kementrian Luar Negeri Michael Tene saat dikonfirmasi okezone, Senin (8/8/2011).

“Minggu malam kami mendapat kabar dari KBRI Bogota, Kolombia, ada warga Negara Indonesia yang ditangkap di Kartadena. Kemudian Menteri Luar Negeri meminta agar KBRI Bogot untuk melakukan pengecekan atas penangkapan tersebut,” kata Michael.

Setelah dilakukan pengecekan, lanjut Michael, Duta Besar Indonesia di Bogota mengatakan warga Negara tersebut mirip dengan M Nazaruddin.

“Kemudian Menteri Luar Negeri meminta agar kasus ini dikawal dan meminta agar menjaga betul orang yang diduga mirip Nazaruddin. Saat ini warga Negara kita itu ditahan di salah satu penjara Kolombia,” tegasnya.

Ditanya siapa yang melakukan penangkapan, Michael mengaku penangkapan dilakukan Kepolisian Republik Indonesia. “Dibantu oleh Interpol,” tandasnya.

 sumber''http://news.okezone.com/read/2011/08/08/339/489505/kronologis-penangkapan-nazaruddin

indonesia harusnya menjadi juara umum seagames

Keberhasilan Kontingen Indonesia di SEA Games Laos 2009 lalu dengan menduduki peringkat tiga belum cukup memuaskan Menegpora Andi Mallarangeng. Indonesia masih tertinggal jauh dari Thailand yang keluar sebagai juara umum.

"Kita sepantasnya juara umum di Asia tenggara, tapi tetap kita syukuri pencapaian di Laos. Terima kasih atas perjuangan berbagai pihak di SEA Games," ujar Andi saat memberikan sambutan dalam acara penyerahan bonus di Wisma Serba Guna Senayan, Minggu 20 Desember 2009.

Menilik jumlah penduduk yang lebih dari 200 juta jiwa, pencapaian kontingen Indonesia ini tentu masih bisa dioptimalkan. Rebut kembali juara SEA Games di 2011 pantas menjadi jargon semangat di SEA Games Jakarta mendatang.

"Beberapa cabang memang berhasil melampaui target. Tapi ada yang pas ada yang tidak memenuhi target. Karena itu kita perlu berbenah, kita harus bisa meraih lebih dari 100 emas untuk menjadi juara umum 2011," lanjut Andi kepada VIVAnews.

Indonesia memang pantas segera berbenah. Terlebih pada 2011 mendatang, Indonesia akan bertindak sebagai tuan rumah. Menegpora yang jelas menjanjikan akan segera melakukan evaluasi untuk mewujudkan target juara.

Selain itu, Indonesia dua kali juara umum empat kali beruntung yakni 1977-1983 dan 1987-1993. Terakhir Indonesia keluar sebagai juara umum pada 1997 saat SEA Games digelar di Jakarta.

"Alhamdulillah kami mendapat peringkat ketiga. Kalau peringkat empat atau lima, acara ini mungkin tidak digelar," ujar Ketua Umum KONI, Rita Subowo saat memberikan sambutan.

Saat disinggung mengenai cabang olahraga andalan di Asian Games Guangzhou 2010 mendatang, Andi Mallarangeng masih menempatkan gulat dan bulutangkis sebagai cabor andalan peraih medali emas.

"Asian Games lalu kita peringkat 22, minimal pada 2010 nanti kita peringkat 20," tambah Rita saat dikonfirmasi target Merah Putih di Asian Games Guangzhou 2010.



sumber'' http://sport.vivanews.com/news/read/115002-indonesia_harusnya_juara_umum_sea_games

Kamis, 17 November 2011

Perkembangan Mutakhir Pertanian Indonesia dan Agenda Pembangunan ke Depan

Dengan susah payah, saat ini kita sudah berada pada tahun ke-lima setelah krisis multi-dimensi tahun 1998-1999. Setelah krisis khususnya pada (empat) tahun terakhir ini telah banyak kemajuan diberbagai bidang termasuk dalam bidang ekonomi yang berhasil kita capai. Meskipun harus diakui secara jujur masih banyak harus dibenahi ke depan. Setelah perekonomian kita mengalami kontraksi luar biasa (tumbuh negatif 13,13 persen) pada tahun 1998, secara bertahap kita sebagai bangsa telah berhasil membalikkan keadaan dari pertumbuhan negatif menjadi pertumbuhan positif sekitar 3-4 persen pertahun. Tidak hanya itu, kita juga berhasil memupuk cadangan devisa negara menjadi sekitar US $ 36 milyar pada awal tahun 2004 (tertinggi sepanjang sejarah), menstabilkan kurs rupiah dan mengelola suku bunga kredit menjadi kurang dari 15 persen pertahun (terendah sepanjang sejarah).

Tidak hanya itu, pembiayaan pembangunan juga sudah mulai kita tata ulang dari pembiayaan yang tergantung utang luar negeri kepada makin mengandalkan pembiyaan dari penerimaan domestik dan kreatifitas masyarakat. Meskipun pertumbuhan ekonomi kita belum setinggi apa yang kita harapkan, namun kualitas pertumbuhan itu sendiri sudah semakin baik. Selain makin mengurangi ketergantungan pada utang luar negeri, peranan kreatifitas diseluruh daerah semakin besar dalam pembangunan kita. Banyaknya usaha-usaha kecil menengah dan usaha mikro yang bertumbuh pesat di setiap daerah setelah krisis, mencerminkan bahwa peran kreatifitas masyarakat sudah mulai besar dalam pembangunan kita (by design). Perekonomian yang dihela kreatifitas masyarakat inilah yang perlu kita kembangkan kedepan sesuai dengan amanah reformasi.
Pembangunan yang dihela oleh kreatifitas akan mampu mewujudkan pertumbuhan, pemerataan dan keberlanjutan pembangunan secara sekaligus. Searah dengan perbaikan perekonomian makro secara keseluruhan, sektor pertanian Indonesia juga telah mengalami kemajuan dibanding
dengan kondisi masa krisis (1998-1999). Bahkan dalam banyak hal sudah melampaui prestasi yang pemah kita raih pada akhir masa orde baru. (1990-1997). Mungkin sudah banyak yang lupa bagaimana kondisi pertanian kita pada masa krisis multi-dimensi tahun 1998-1999. Pada waktu itu telah terjadi perubahan yang mendadak bahkan kacau balau dalam pertanian kita. Kredit program pertanian dicabut, suku bunga kredit membubung tinggi sehingga tidak ada kredit yang tersedia ke pertanian. Karena desakan IMF waktu itu, subsidi pertanian (pupuk, benih, dll) juga dicabut dan tarif impor komoditi khususnya pangan dipatok maksimum 5%. Infrastruktur pertanian pedesaan khususnya irigasi banyak yang rusak karena biaya pemeliharaan tidak ada. Penyuluh pertanian juga kacau balau karena terlalu mendadak didaerahkan. Tidak hanya itu, akibat kerusuhan, jaringan distribusi bahan pangan dan sarana produksi ertanian lumpuh, antrian beras dan minyak goreng tedadi dimana-mana. tulah kondisi pertanian dan pangan yang kita hadapi saat itu.
Akibat perubahan mendadak tersebut pelaku agribisnis khususnya para petani mengalami kegamangan dan kekacauan. Kredit untuk petani tidak ada, hanya pupuk melambung baik karena depresiasi rupiah maupun karena pencabutan subsidi. Itulah sebabnya mengapa pada saat krisis pada tahun 1998-1999 booming agribisnis tidak berlangsung lama meskipun depresiasi rupiah cukup memberi insentif untuk ekspor. Perubahan mendadak waktu itu, tidak memberi waktu bagi para petani untuk menyesuaikan diri. Sehingga PDB pertanian mengalami pertumbuhan rendah sebesar 0,88 persen (terendah sepanjang sejarah).
Dalam kondisi seperti itulah Kabinet Persatuan dan kemudian Kabinet Gotong Royong dibentuk. Tugas pertama adalah "memadamkan kebakaran" atau kekacauan yang terjadi di banyak tempat, menata ulang pembangunan pertanian agar bisa secepat mungkin mengalami recovery serta membangun landasan untuk bertumbuh kedepan. Dengan memperhatikan kondisi dan perubahan yang terjadi pada waktu itu Departemen Pertanian bersama stakeholder pembangunan lainnya merumuskan dan mengimplementasikan paradigma baru pembangunan pertanian yakni "pembangunan sistem dan usaha agribisnis yang berdaya saing, berkerakyatan, berkelanjutan dan terdesentralisasi".

Karena kondisi dan perubahan yang ada adalah persoalan sistem, maka pendekatan recoverynya maupun pembangunan kembali landasan pembangunan tidak boleh sepotong-sepotong, melainkan harus dilakukan secara sistem, yakni sistem agribisnis. Paradigma baru pembangunan pertanian tersebut dalam 4 tahun terakhir ini kita implementasikan dengan kebijakan dasar yakni kebijakan perlindungan dan promosi agribisnis (protection and promotion policy). Prinsip kebijakan ini adalah pemerintah memfasilitasi dan membantu tumbuh kembangnya usaha agribisnis khususnya petani di seluruh daerah dan sekaligus melindungi agribisnis domestik dari praktek unfair-trade (dumping) dari negara lain. Kita setuju semangat trade diprakarsai WTO tapi harus fair trade (perdagangan yang adil). Kalau negara lain masih melakukan perlindungan pada agribisnisnya, kita juga berhak melindungi agribisnis sesuai dengan prinsip-prinsip azas kesetaraan. Mengapa kita naikkan tarif impor beberapa komoditi agribisnis penting seperti gula dan beras selama tiga tahun terakhir adalah bagian dari kebijakan tersebut. Kebijakan tersebut telah berhasil kita yakinkan kepada negara lain dalam forum-forum multilateral.
Instrumen kebijakan promosi pembangunan agribisnis tersebut kita tempuh melalui instrumen budgeter maupun non budgeter. Instrumen budgeter dilakukan antara lain melalui dekonsentrasi APBN Deptan langsung ke kabupaten/kota dan propinsi, bantuan langsung ke kelompok tani, rehabilitasi dan pembangunan infrastruktur pertanian pedesaan, bantuan barang-barang modal, subsidi pupuk dan benih, bantuan pembinaan SDM dan penyuluhan dan lain-lain. Sedangkan instrumen non budgeter kita lakukan antara lain melalui deregulasi pupuk, pestisida, bibit, alat mesin pertanian, penghapusan PPN pertanian, penyediaan skim perkreditan bersubsidi seperti kredit ketahanan pangan (KKP) asistensi pemerintah daerah dan pelaku agribisnis dan sebagainya. Setelah tiga tahun kita mengimplementasikan paradigma baru dan kebijakan dasar tersebut, tanpa kita perkiraan semula, temyata pertanian Indonesia mengalami perubahan yang signifikan. Semula target kita adalah "memadamkan kebakaran" merecover dan meletakkan pondasi pembangunan agribisnis. Temyata kemajuan pertanian Indonesia melampaui apa yang pemah dicapai sepanjang sejarah republik Indonesia.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) ada sepuluh komoditi pertanian penting yang produksinya pada tahun 2003 mencapai record tertinggi sepanjang sejarah republik Indonesia. Sepuluh komoditi yang dimaksud adalah padi, jagung, kacang tanah, ubi kayu, sayuran dan buah, kelapa sawit, kakao, kopi, karet dan ayam ras. Produksi padi meningkat dari 49 juta ton tahun 1998 menjadi 52,1 juta ton pada tahun 2003 yang merupakan record tertinggi sepanjang sejarah. Bahkan tahun 2004, angka ramalan II BPS menunjukkan produksi padi 53,67 juta ton, yang merupakan record tertinggi baru sepanjang sejarah. Jagung meningkat 9,2 juta ton tahun 1999 menjadi 11 juta tahun 2003. CPO meningkat dari 5,62 juta tahun 1998 menjadi 10,6 juta tahun 2003. Karet meningkat dari 1,6 juta ton tahun 1998 menjadi 2,7 juta ton tahun 2003. Ayam ras meningkat dari 324 juta ekor tahun 1999 menjadi 1 milyar tahun 2003. Hal yang membanggakan kita adalah peningkatan produksi tersebut sebagian besar disumbang oleh peningkatan produktivitas. Mengapa tidak ada gejolak pangan selama tahun 2000 - 2003 antara lain karena disumbang oleh prestasi produksi komoditi pangan utama ini. Sesudah 20 tahun tampaknya tahun 2004 ini kita kembali mencapai swasembada beras.
Tidak hanya itu, data BPS juga melaporkan bahwa tingkat kesejahteraan masyarakat di pedesaan mengalami perbaikan yang cukup berarti. Indeks nilai tukar petani naik dari 96,6 tahun 2000 menjadi 110,4 pada tahun 2003.Tingkat kemiskinan di pedesaan turun rata-rata 20 persen yakni dari 32,7 juta tahun 1999 menjadi 25,1 juta tahun 2002. Tingkat kemiskinan juga turun dari 26 juta orang tahun 1999 menjadi 20,6 juta orang tahun 2002. Di pihak lain tingkat upah di pedesaan naik sekitar 17 persen pertahun sehingga meningkatkan pendapatan buruh tani di pedesaan.
Secara makro kemajuan tersebut juga konsisten. Total impor komoditi pertanian masih besar tetapi mengalami penurunan sementara ekspor meningkat. Sehingga neraca perdagangan komoditi pertanian mengalami surplus yang meningkat rata-rata 15 persen pertahun, yaitu dari US $ 2.2 milyar tahun 1999 menjadi US $ 3.4 milyar tahun 2002 dan 3.7 US $ pada tahun 2003. PDB pertanian selama tahun 2000-2003 bertumbuh rata-rata 1,83 persen pertahun dan pertumbuhan PDB pertanian tahun 2003 Mencapai sekitar 2,61 persen. Tingkat pertumbuhan ini lebih tinggi dari pertumbuhan pertanian selama krisis (1998-1999) yang hanya 0,88 persen bahkan lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan pertanian akhir orde baru (1993-1997) yang hanya 1,57 persen per tahun.
Tingkat pertumbuhan tsb. belum memperhitungkan agribisnis hulu dan hilir (seperti industri mesin-mesin pertanian, pupuk, benih, bibit; produk-produk olahan, dsb.). Karena dampak multiplier pertanian itu sangat besar, baik ke belakang maupun ke depan, maka jelaslah bahwa pertumbuhan sektor pertanian sangat besar pengaruhnya terhadap perekonomian nasional. Kemajuan-kemajuan yang kita capai juga lebih berkualitas. Pertumbuhan yang dikemukakan tersebut di atas bukanlah dicapai at all cost, tetapi lebih disebabkan oleh kreativitas masyarakat agribisnis. Benar Indonesia mencapai swasembada beras tahun 1984, tetapi melalui gerakan-gerakan yang dikomandoi oleh pemerintah, dimulai dengan alokasi sumberdaya oleh pemerintah sampai ke pelosok-pelosok pedesaan kita dengan biaya tinggi. Inilah yang kita sebut dengan government driven. Di era Kabinet Gotong Royong, paradigma ini kita ubah menjadi people driven, yang dimulai oleh pembuatan rencana oleh kelompok tani, sedangkan dinas-dinas pertanian merupakan pembina teknis. Dengan begitu alokasi sumberdaya dilakukan oleh petani, sedangkan pemerintah memberikan fasilitasi. Dengan kemajuan pertanian yang demikian - dari sudut ekonomi, pertanian Indonesia telah lepas dari spiral pertumbuhan rendah (1998-1999) dan sedang memasuki fase percepatan pertumbuhan (accelerating growth) menuju pertumbuhan berkelanjutan (sustaining growth). Hal ini berarti pertanian Indonesia sudah naik kelas baik dibandingkan dengan kondisi masa krisis maupun kondisi akhir orde baru.

Agenda jangka menengah-pendek (sekitar lima tahun kedepan) yang perlu segera kita rumuskan ialah bagaimana mempertahankan dan meningkatkan kinerja yang cukup menggembirakan tersebut. Apa yang telah kita capai saat ini merupakan pondasi untuk berkembang lebih lanjut. Setidaknya lima upaya yang harus dan segera dilakukan agar momentum akselerasi pertumbuhan sektor pertanian dapat terus dipertahankan secara berkelanjutan yaitu: (a) merenofasi dan memperluas infrastruktur fisik, utamanya sistem irigasi, sistem transportasi, sistem telekomunikasi dan kelistrikan pedesaan; (b) revitalisasi sistem inovasi pertanian (penelitian dan pengembangan, diseminasi teknologi pertanian); (c) pengembangan kelembagaan agribisnis (tata pemerintahan, organisasi pengusaha dan jejaring usaha); (d) rekonstruksi sistem insentif berproduksi dan investasi; dan (e) pengelolaan pasar input dan output.

Semua ini merupakan lebih lanjut dari kebijakan dasar proteksi dan promosi yang landasannya telah kita bangun dalam tiga tahun terakhir. Kedepan, pengalaman krisis pahit multi-dimensi 1998-1999 memberikan pelajaran berharga betapa strategisnya sektor pertanian sebagai jangkar, peredam gejolak, dan penyelamat bagi sistem perekonomian. Sektor pertanian merupakan kunci untuk pengentasan kemiskinan dan pemantapan ketahanan pangan nasional. Oleh karena itu pembangunan sektor pertanian haruslah tetap dijadikan sebagai prioritas pembangunan nasional. Inilah konsensus politik yang masih perlu diperjuangkan bersama.
Kinerja sektor pertanian tidaklah semata-mata cermin kinerja Departemen Pertanian. Kinerja sektor pertanian justru lebih banyak oleh pihak-pihak diluar Departemen Pertanian. Oleh karena itu, kalaupun ada perbaikan dalam kinerja sektor pertanian, penghargaan terbesar adalah kepada mereka petani dan pelaku agribisnis yang ada di seluruh pelosok tanah air.

 sumber''http://akatiga.org/index.php/artikeldanopini/agraria/120-perkembangan-mutakhir

Kamis, 10 November 2011

Faktor yang Mempengaruhi Konsumen dalam Pengambilan Keputusan Pembelian Produk

Faktor yang Mempengaruhi Konsumen dalam Pengambilan Keputusan Pembelian Produk

oleh waraberharap pada Oktober 21, 2011
Mengambil keputusan suatu produk, tentu diperlukan sebuah analisis, terutama analisis faktor yang mempengaruhi konsumen. Dimana dengan analisis tersebut, kita dapat mengontrol apa yang seharusnya dilkakukan.
Bagaimanakah cara melakukan analisis tersebut? Berikut duniabaca.com memberikan sample sebuah analisis yang dapat mempengaruhi konsumen dalam mengambil keputusan untuk membeli suatu produk mie instan.
Produk mie instan sebagaimana diketahui adalah salah satu produk makanan cepat saji yang semakin lama semakin banyak digemari masyarakat karena kemudahan dalam hal penyajiannya. Demikian juga bagi kalangan mahasiswa yang sebagian besar berdomisili jauh dari orang tua, produk ini merupakan makanan cepat saji yang biasa dikonsumsi karena harganya yang terjangkau, mudah didapatkan dan sifatnya yang tahan lama. Dengan semakin banyaknya mie instan yang ada di pasaran berarti memberikan keleluasaan bagi konsumen untuk memilih merk yang sesuai dengan keinginannya. Oleh karena itu perlu bagi perusahaan untuk menganalisis perilaku konsumen mie instan untuk mengetahui pola pembeliannya. Dengan banyaknya merk mie instan yang ada di pasaran akan mendorong perusahaan bersaing mendapatkan calon konsumen melalui berbagai strategi yang tepat, misalnya mengubah kemasan, warna, aroma, promosi dan harga. Lebih jauh lagi produsen dalam mendistribusikan produknya ke pasar konsumen berusaha agar produknya dapat diterima sesuai dengan apa yang diinginkan konsumen.
Perkembangan teknologi dan industri membawa dampak bagi kehidupan manusia terutama dunia usaha pada saat ini. Di samping itu banyaknya usaha yang bermunculan baik perusahaan kecil maupun besar berdampak pada persaingan yang ketat antar perusahaan baik yang sejenis maupun yang tidak sejenis. Oleh karena itu pemasaran merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan dalam menghadapi persaingan, pengembangan usaha dan untuk mendapatkan laba,
sehingga perusahaan dapat mengembangkan produknya, menetapkan harga, mengadakan promosi dan mendistribusikan barang dengan efektif.
Pada umumnya perusahaan mengalami kesulitan dalam memonitor, memahami dan menganalisis perilaku konsumen secara tepat dan benar, mengingat banyaknya faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dan adanya perbedaan perilaku untuk masing-masing individu.
Dengan demikian perusahaan dituntut untuk dapat memantau perubahan-perubahan perilaku konsumennya, termasuk perilaku konsumen untuk mendapatkan atau memilih produk.
Produk mie instan sebagaimana diketahui adalah salah satu produk makanan cepat saji yang semakin lama semakin banyak digemari masyarakat karena kemudahan dalam hal penyajiannya. Demikian juga
bagi kalangan mahasiswa yang sebagian besar berdomisili jauh dari orang tua, produk ini merupakan makanan cepat saji yang biasa dikonsumsi karena harganya yang terjangkau, mudah didapatkan dan sifatnya yang tahan lama. Dengan semakin banyaknya mie instan yang ada di pasaran berarti memberikan keleluasaan bagi konsumen untuk memilih merk yang sesuai dengan keinginannya. Oleh karena itu perlu bagi perusahaan untuk menganalisis perilaku konsumen mie instan untuk mengetahui pola pembeliannya. Dengan banyaknya merk mie instan yang ada di pasaran akan mendorong perusahaan bersaing mendapatkan calon konsumen melalui berbagai strategi yang tepat, misalnya mengubah kemasan, warna, aroma, promosi dan harga. Lebih jauh lagi produsen dalam mendistribusikan produknya ke pasar konsumen berusaha agar produknya dapat diterima sesuai dengan apa yang diinginkan konsumen.
Keanekaragaman konsumen dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor baik yang berasal dari diri konsumen maupun luar konsumen. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi perilaku konsumen diantaranya adalah faktor budaya, sosial, pribadi dan psikologis. Dari uraian tersebut di atas maka judul penelitian ini adalah: Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Konsumen Dalam Pengambilan Keputusan Pembelian Produk Mie Instan.
Itulah sebagian daripada abstraksi dan latar belakang masalah skripsi manajemen tentang Faktor yang Mempengaruhi Konsumen dalam Pengambilan Keputusan Pembelian Produk, untuk mendapatkan referensi lengkap karya ilmiah ini, duniabaca.com tidak bisa memuatnya secara utuh, mengingat banyaknya halaman kurang lebih 115. Namun Anda yang memang sedang mencari referensi skripsi manajemen tersebut tidak perlu khawatir, karena duniabaca.com menyediakan link download yang dapat anda download secara gratis dan tentunya contoh skripsi manajemen ini sudah lengkap dan teruji secara final.
Perilaku Konsumen menurut Schiffman, Kanuk (2004, p. 8) adalah perilaku yang ditunjukkan konsumen dalam pencarian akan pembelian, penggunaan, pengevaluasian, dan penggantian produk dan jasa yang diharapkan dapat memuaskan kebutuhan konsumen.
Beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen adalah :
Faktor Sosial
a. Group
Sikap dan perilaku seseorang dipengaruhi oleh banyak grup-grup kecil. Kelompok dimana orang tersebut berada yang mempunyai pengaruh langsung disebut membership group. Membership group terdiri dari dua, meliputi primary groups (keluarga, teman, tetangga, dan rekan kerja) dan secondary groups yang lebih formal dan memiliki interaksi rutin yang sedikit (kelompok keagamaan, perkumpulan profesional dan serikat dagang). (Kotler, Bowen, Makens, 2003, pp. 203-204).
b. Family Influence
Keluarga memberikan pengaruh yang besar dalam perilaku pembelian. Para pelaku pasar telah memeriksa peran dan pengaruh suami, istri, dan anak dalam pembelian produk dan servis yang berbeda. Anak-anak sebagai contoh, memberikan pengaruh yang besar dalam keputusan yang melibatkan restoran fast food. (Kotler, Bowen, Makens, 2003, p.204).
c. Roles and Status
Seseorang memiliki beberapa kelompok seperti keluarga, perkumpulan-perkumpulan, organisasi. Sebuah role terdiri dari aktivitas yang diharapkan pada seseorang untuk dilakukan sesuai dengan orang-orang di sekitarnya. Tiap peran membawa sebuah status yang merefleksikan penghargaan umum yang diberikan oleh masyarakat (Kotler, Amstrong, 2006, p.135).

Faktor Personal

a. Economic Situation
Keadaan ekonomi seseorang akan mempengaruhi pilihan produk, contohnya rolex diposisikan konsumen kelas atas sedangkan timex dimaksudkan untuk konsumen menengah. Situasi ekonomi seseorang amat sangat mempengaruhi pemilihan produk dan keputusan pembelian pada suatu produk tertentu (Kotler, Amstrong, 2006, p.137).
b. Lifestyle
Pola kehidupan seseorang yang diekspresikan dalam aktivitas, ketertarikan, dan opini orang tersebut. Orang-orang yang datang dari kebudayaan, kelas sosial, dan pekerjaan yang sama mungkin saja mempunyai gaya hidup yang berbeda (Kotler, Amstrong, 2006, p.138)
c. Personality and Self Concept
Personality adalah karakteristik unik dari psikologi yang memimpin kepada kestabilan dan respon terus menerus terhadap lingkungan orang itu sendiri, contohnya orang yang percaya diri, dominan, suka bersosialisasi, otonomi, defensif, mudah beradaptasi, agresif (Kotler, Amstrong, 2006, p.140). Tiap orang memiliki gambaran diri yang kompleks, dan perilaku seseorang cenderung konsisten dengan konsep diri tersebut (Kotler, Bowen, Makens, 2003, p.212).
d. Age and Life Cycle Stage
Orang-orang merubah barang dan jasa yang dibeli seiring dengan siklus kehidupannya. Rasa makanan, baju-baju, perabot, dan rekreasi seringkali berhubungan dengan umur, membeli juga dibentuk oleh family life cycle. Faktor-faktor penting yang berhubungan dengan umur sering diperhatikan oleh para pelaku pasar. Ini mungkin dikarenakan oleh perbedaan yang besar dalam umur antara orang-orang yang menentukan strategi marketing dan orang-orang yang membeli produk atau servis. (Kotler, Bowen, Makens, 2003, pp.205-206)
e. Occupation
Pekerjaan seseorang mempengaruhi barang dan jasa yang dibeli. Contohnya, pekerja konstruksi sering membeli makan siang dari catering yang datang ke tempat kerja. Bisnis eksekutif, membeli makan siang dari full service restoran, sedangkan pekerja kantor membawa makan siangnya dari rumah atau membeli dari restoran cepat saji terdekat (Kotler, Bowen,Makens, 2003, p. 207).
Faktor Psychological
a. Motivation
Kebutuhan yang mendesak untuk mengarahkan seseorang untuk mencari kepuasan dari kebutuhan. Berdasarkan teori Maslow, seseorang dikendalikan oleh suatu kebutuhan pada suatu waktu. Kebutuhan manusia diatur menurut sebuah hierarki, dari yang paling mendesak sampai paling tidak mendesak (kebutuhan psikologikal, keamanan, sosial, harga diri, pengaktualisasian diri). Ketika kebutuhan yang paling mendesak itu sudah terpuaskan, kebutuhan tersebut berhenti menjadi motivator, dan orang tersebut akan kemudian mencoba untuk memuaskan kebutuhan paling penting berikutnya (Kotler, Bowen, Makens, 2003, p.214).
b. Perception
Persepsi adalah proses dimana seseorang memilih, mengorganisasi, dan menerjemahkan informasi untuk membentuk sebuah gambaran yang berarti dari dunia. Orang dapat membentuk berbagai macam persepsi yang berbeda dari rangsangan yang sama (Kotler, Bowen, Makens, 2003, p.215).
c. Learning
Pembelajaran adalah suatu proses, yang selalu berkembang dan berubah sebagai hasil dari informasi terbaru yang diterima (mungkin didapatkan dari membaca, diskusi, observasi, berpikir) atau dari pengalaman sesungguhnya, baik informasi terbaru yang diterima maupun pengalaman pribadi bertindak sebagai feedback bagi individu dan menyediakan dasar bagi perilaku masa depan dalam situasi yang sama (Schiffman, Kanuk, 2004, p.207).
d. Beliefs and Attitude
Beliefs adalah pemikiran deskriptif bahwa seseorang mempercayai sesuatu. Beliefs dapat didasarkan pada pengetahuan asli, opini, dan iman (Kotler, Amstrong, 2006, p.144). Sedangkan attitudes adalah evaluasi, perasaan suka atau tidak suka, dan kecenderungan yang relatif konsisten dari seseorang pada sebuah obyek atau ide (Kotler, Amstrong, 2006, p.145).
Faktor Cultural
Nilai-nilai dasar, persepsi, keinginan, dan perilaku yang dipelajari seseorang melalui keluarga dan lembaga penting lainnya (Kotler, Amstrong, 2006, p.129). Penentu paling dasar dari keinginan dan perilaku seseorang. Culture, mengkompromikan nilai-nilai dasar, persepsi, keinginan, dan perilaku yang dipelajari seseorang secara terus-menerus dalam sebuah lingkungan. (Kotler, Bowen, Makens, 2003, pp.201-202).
a. Subculture
Sekelompok orang yang berbagi sistem nilai berdasarkan persamaan pengalaman hidup dan keadaan, seperti kebangsaan, agama, dan daerah (Kotler, Amstrong, 2006, p.130). Meskipun konsumen pada negara yang berbeda mempunyai suatu kesamaan, nilai, sikap, dan perilakunya seringkali berbeda secara dramatis. (Kotler, Bowen, Makens, 2003, p.202).
b. Social Class
Pengelompokkan individu berdasarkan kesamaan nilai, minat, dan perilaku. Kelompok sosial tidak hanya ditentukan oleh satu faktor saja misalnya pendapatan, tetapi ditentukan juga oleh pekerjaan, pendidikan, kekayaan, dan lainnya (Kotler, Amstrong, 2006, p.132).
Keputusan Pembelian
Keputusan pembelian menurut Schiffman, Kanuk (2004, p.547) adalah pemilihan dari dua atau lebih alternatif pilihan keputusan pembelian, artinya bahwa seseorang dapat membuat keputusan, haruslah tersedia beberapa alternatif pilihan. Keputusan untuk membeli dapat mengarah kepada bagaimana proses dalam pengambilan keputusan tersebut itu dilakukan. Bentuk proses pengambilan keputusan tersebut dapat digolongkan sebagai berikut:
1. Fully Planned Purchase, baik produk dan merek sudah dipilih sebelumnya. Biasanya terjadi ketika keterlibatan dengan produk tinggi (barang otomotif) namun bisa juga terjadi dengan keterlibatan pembelian yang rendah (kebutuhan rumah tangga). Planned purchase dapat dialihkan dengan taktik marketing misalnya pengurangan harga, kupon, atau aktivitas promosi lainnya.
2. Partially Planned Purchase, bermaksud untuk membeli produk yang sudah ada tetapi pemilihan merek ditunda sampai saat pembelajaran. Keputusan akhir dapat dipengaruhi oleh discount harga, atau display produk
3. Unplanned Purchase, baik produk dan merek dipilih di tempat pembelian. Konsumen sering memanfaatkan katalog dan produk pajangan sebagai pengganti daftar belanja. Dengan kata lain, sebuah pajangan dapat mengingatkan sesorang akan kebutuhan dan memicu pembelian.